Gejala Gangguan pada Usus Besar – Gangguan usus besar juga dikenal sebagai kolitis ulserativa, yang tidak lain adalah penyakit radang usus. Kolitis ulserativa terjadi ketika lapisan usus besar, rektum, atau keduanya meradang. Hasil peradangan pada luka kecil yang disebut bisul di lapisan usus besar.

Gejala Gangguan pada Usus Besar

Usus besar merupakan bagian dari saluran pencernaan. Setelah makanan dipecah di perut dan diserap di usus kecil, sisa makanan yang tidak dapat dicerna melewati usus besar. Fungsi usus besar adalah menyerap sisa air, garam, dan vitamin dari bahan makanan, kemudian mengubahnya menjadi tinja. Apa yang terjadi jika ada gangguan usus dan apa saja gejalanya?

Keseriusan gejala kolitis ulserativa bervariasi dari orang ke orang yang mengalaminya. Gejala bisa berubah seiring waktu. Seseorang yang didiagnosis dengan kolitis ulserativa mungkin mengalami periode gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali. Namun, gejalanya bisa kembali dan menjadi parah, kondisi ini disebut flare-up.

Berikut ini adalah gejala umum ulcerative colitis atau kelainan usus besar, yaitu:

  • Diare, seringkali disertai darah atau nanah.
  • Sakit perut dan kram.
  • Nyeri rektal.
  • Pendarahan rektal yang menyebabkan sedikit darah di tinja.
  • Ketidakmampuan untuk buang air besar meski terdesak.
  • Penurunan berat badan.

Kebanyakan penderita kolitis ulserativa memiliki gejala ringan hingga sedang. Perjalanan kolitis ulserativa dari orang ke orang bisa berbeda, beberapa orang mengalami remisi untuk waktu yang lama. Jika Anda mengalami salah satu gejala tersebut, segera buat janji bertemu dokter untuk konsultasi lebih lanjut.

Diet dan Stres Penyebab kolitis ulserativa

Tidak pasti apa yang menyebabkan kolitis ulserativa. Hanya saja pola makan dan stres ditengarai menjadi salah satu penyebabnya. Setidaknya diet dan stres bisa memperburuk kolitis ulserativa. Selain itu, kerusakan sistem kekebalan juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Ketika sistem kekebalan mencoba melawan virus atau bakteri yang menyerang, respons kekebalan yang abnormal menyebabkan sistem kekebalan juga menyerang sel-sel di saluran pencernaan. Keturunan juga tampaknya berperan dalam kolitis ulserativa.

Ada beberapa jenis kolitis ulserativa yang harus diwaspadai, di antaranya:

  • Proktitis ulseratif. Peradangan terbatas pada area yang paling dekat dengan anus (rektum), dan perdarahan rektal mungkin satu-satunya tanda penyakit ini.
  • Proctosigmoiditis. Peradangan melibatkan usus besar rektum dan sigmoid, ujung bawah usus besar. Tanda dan gejala termasuk diare berdarah, kram perut dan nyeri, dan ketidakmampuan untuk buang air besar meskipun ada keinginan untuk melakukannya.
  • Kolitis sisi kiri. Peradangan meluas dari rektum ke atas melalui sigmoid dan kolon desendens. Tanda dan gejalanya antara lain diare berdarah, kram perut dan nyeri di sisi kiri, serta perasaan ingin buang air besar.
  • Pankolitis. Jenis ini mempengaruhi seluruh usus besar dan menyebabkan serangan diare berdarah yang mungkin parah, kram dan nyeri perut, kelelahan, dan penurunan berat badan yang signifikan.

Kolitis ulserativa adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Namun, pengobatan juga harus dilakukan untuk meredakan gejala. Penatalaksanaan penyakit ini juga penting untuk mencegah kambuhnya gejala. Ada beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Pemberian obat untuk mengurangi peradangan.
  • Pemberian obat untuk menekan respon sistem imun yang memicu terjadinya peradangan.
  • Pembedahan, bila penderitanya sering mengalami serangan parah yang tidak bisa ditangani dengan obat-obatan.

Perubahan gaya hidup juga dapat mencegah kekambuhan dan pemburukan gejala. Caranya dengan mengonsumsi makanan rendah lemak, meningkatkan asupan cairan dan serat, mengonsumsi suplemen, membatasi konsumsi produk olahan susu, serta menghindari alkohol dan rokok. Anda juga perlu mengelola stres dengan baik dan berolahraga atau relaksasi secara teratur.

Konsultasikan diri pada dokter apabila penyakit yang Anda rasakan tak kunjung sembuh. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk penyakit yang Anda alami, tak perlu khawatir akan Paket Medical Check Up Murah yang akan dibayarkan.

Nyatanya saat ini sudah banyak klinik atau rumah sakit yang memberikan Biaya Medical Check Up untuk Kerja dengan sangat terjangkau. Jadi untuk Anda yang ingin mendapatkan hidup sehat, rutin lah melakukan pemeriksaan kesehatan.