Tanda Anak Memerlukan Terapi Wicara – Kemampuan berbicara merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak yang harus diperhatikan dengan seksama. Pengobatan segera harus diberikan jika dicurigai adanya gangguan bicara. Salah satu cara koping yang dapat dilakukan adalah dengan terapi wicara. Prosedur ini dilakukan untuk merangsang dan meningkatkan kemampuan bicara anak.

Tanda Anak Memerlukan Terapi Wicara

Selain membantu meningkatkan kemampuan berbicara anak, terapi wicara juga membantunya mengekspresikan bahasa. Selain bahasa verbal, terapi wicara juga dapat membantu anak mengasah kemampuan bahasa nonverbalnya. Lantas, apa saja tanda-tanda seorang anak perlu mendapatkan terapi ini?

Gangguan komunikasi paling mungkin terjadi pada anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Secara umum, kondisi ini menyebabkan seorang anak mengalami masalah bicara.

Metode terapi wicara dilakukan dengan dua cara, yaitu mengoptimalkan koordinasi lisan dan mengembangkan pemahaman bahasa, serta upaya mengekspresikan bahasa. Ada 6 gangguan bicara pada anak yang membutuhkan terapi wicara sebagai pengobatannya.

  1. Gangguan berbicara dengan lancar

Salah satu kondisi yang paling sering mempengaruhi proses tumbuh kembang anak adalah gangguan bicara. Salah satu kondisi yang terkait dengan jenis gangguan ini adalah gagap. Anak dengan gangguan ini mungkin mengalami kesulitan berbicara dan selalu mengulang suku kata yang berhenti pada huruf tertentu.

  1. Gangguan Artikulasi

Artikulasi adalah kejelasan dalam melafalkan sebuah kata atau frase. Gangguan artikulasi, artinya seseorang tidak dapat atau tidak dapat mengeluarkan suara atau kalimat yang jelas, dan hal ini dapat mempengaruhi anak-anak. Gangguan artikulasi membuat orang lain yang mendengar kalimat tidak mengerti apa yang dikatakan anak.

Baca Juga: jual alat rehabilitasi medik

  1. Gangguan Kosakata

Terapi wicara dapat diberikan tidak hanya kepada anak-anak yang mengalami kesulitan berbicara, tetapi juga kepada anak-anak yang kesulitan menerima dan memahami perkataan orang lain. Salah satunya adalah gangguan kosakata, suatu kondisi yang membuat anak sulit merangkai kata menjadi kalimat.

  1. Sulit memproses bahasa

Salah satu tanda anak membutuhkan terapi wicara adalah kesulitan mengolah bahasa. Hal ini biasanya ditandai dengan ketidakmampuan anak untuk memahami apa yang dikatakan orang lain, baik berupa kalimat, perintah sederhana, maupun menanggapi percakapan orang lain.

  1. Suara tidak jelas saat berbicara

Terapi wicara juga diperlukan pada anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda non-resonansi atau ambiguitas suara. Kondisi ini membuat seseorang merasa tidak nyaman dan sakit saat mencoba berbicara. Kondisi ini biasanya ditandai dengan gangguan pada volume atau suara yang keluar tidak jelas.

  1. Memiliki Gangguan Kognitif

Anak-anak dengan gangguan kognitif juga membutuhkan terapi wicara. Ada beberapa hal yang sering menjadi ciri hal tersebut, antara lain sulitnya membedakan, mengorganisasikan, dan memecahkan masalah.

Kondisi ini juga menyebabkan anak mengalami kesulitan berkomunikasi karena terdapat gangguan pada memori, perhatian dan persepsi. Terapi wicara merupakan salah satu hal yang diperlukan pada anak dengan kondisi ini, namun juga harus didukung dengan evaluasi dari ahli tumbuh kembang anak.